Minggu, 14 Desember 2014

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE KRONIS PADA ANAK



BAB  I
LANDASAN TEORITIS

I.  KONSEP DASAR
a. Defenisi
      Diare adalah suatu keadaan bertambahnya kekerapan dan keenceran buang air besar.
(Soeparman dan Sarwono Waspadji, Ilmu Penyakit Dalam, jilid II,FKUI Jakarta 1998, hal. 163 )
Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal lebih dari tiga kali sehari,serta perubahan dalam isi lebih dari 200 gr / hari dan konsistensinya cair.
(Brunner dan Suddarth, Keperawatan MediKal Bedah, edisi 8, vol. 2, Jakarta, EGC, 2002, hal. 1093).
Diare kronik adalah suatu diare yang berlangsung lebih dari tiga minggu,ini berlaku pada orang dewasa dan pada bayi dan anak di tetapkan batas waktu dua minggu.
(Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Jilid I, FKUI Jakarta, 2001, hal. 504)
Diare kronik di bagi atas tiga bagian yaitu :
1.    Diare osmotik
Adanya faktor malabsorpsi akibat adanya gangguan absorpsi karbohindrat,lemak atau protein dan tersering adalah malabsorpsi lemak sehinngga feses berbentuk steatore.
2.  Diare sekretorik
Adanya gangguan transport akibat adanya perbedaan osmotic intralumen dengan mukosa yang besar sehinnga terjadi penarikan cairan dan elektrolit kedalam lumen usus dalam jumlah besar.
3.    Diare inflamasi
Adanya kerusakan dan kematian enterosit disertai peradangan.
Diare inflamasi ini terbagi dua yaitu :


a.    Inflamasi non spesifik
Seperti : colitis ulseratif dan penyakit crohn.
b.    Inflamasi spesifik
Seperti : diare dengan perdarahan.
(Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Jilid 1, FKUI Jakarta, 2001, hal. 505 ).

b.   Etiologi
1. Pengurangan atau penghambatan ion-ion dan perangsangan dan sekresi aktif ion-ion pada usus.
2.   Terdapatnya zat yang sukar diabsorsbsi atau cairan dengan tekanan osmatik yang tinggi pada usus.
3.   P erubahan pergerakan dinding usus.
4.   Bakteri ( shigella, satmonella, plesiomonal, aromonas ).
5.   Protozoa ( entamoeba histolythica, balantidium coli )
6.   Virus ( Cytomegalovirus )
7.   Cacing ( Schistosoma, trichuris trichlura ).

c . Anatomi fisiologi
Gaster ( Lambung)
       Gaster merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubngan dengan esophagus  melalui orifisium pilorik yang terletak dibawah diafragma di depan pancreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
Bagian lambung terdiri dari :
1.    Fundus ventrikuli
2.    Korpus ventrikuli
3.    Antrum pylorus
4.    Kurvatura minor
5.    Kurvatura mayor
6.    Osteum kardiakum.


      Susunan lapisan lambung dari dalam keluar terdiri dari :
1.    Lapisan selaput lendir yang berlipat-lipat disebut Rugae
2.    Muskulus aurikularis (lapisan otot melingkar)
3.    Muskulus obligus (lapisan otot miring)
4.    Muskulus longitudinal (lapisan otot panjang)
5.    Peritoneum (lapisan jaringan ikat/serosa)

Intestinum minor / usus halus
      Intestinum minor adalah bagian dari sistim pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada seikum,panjangnya kurang lebih  6 meter.    Ini merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasil pencernaan yang terdiri dari :
-          Lapisan usus halus/lapisan mukosa (sebelah dalam)
-          Lapisan otot melingkar (muskulus sirkuler)
-          Lapisan otot memanjang (muskulus longitudinal)
-          Lapisan serosa (sebelah luar)

      Duodenum disebut juga usus dua belas jari panjangnya kurang lebih 25 cm berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri  pada lengkungan ini terdapat pankreas , bagian kanan duodenum terdapat selaput lendir yang membukit disebut papila vateri, dan papilla vateri ini bermuara pada saluran empedu (duktus koledokus) dan saluran pankreas (duktus wirsungi / duktus pankreatikus). Dinding duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar disebut kelenjar brunner, yang berfungsi untuk memproduksi getah intestinum.
      Yeyunum dan ileum panjangnya sekitar kurang lebih 6 meter, dua perlima bagian atas adalah yeyunum dengan panjang kurang lebih 23 meter dan ileum panjangnya kurang lebih 4 – 5 meter. Lekukan yeyunum dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas yang disebut mesenterum. Ujung bawah ileum berhubungan dengan seikum dengan perantaraan lubang yang bernama orifisium ileoseikalis dan pada bagian ini terdapat katup valvula seikalis atau valvula baukhini yang berfungsi untuk mencegah cairan dalam colon asendens tidak masuk kembali kedalam ileum.
Absorpsi makanan yang sudah dicernakan seluruhnya berlangsung didalam usus halus melalui 2 saluran yaitu :
-          pembuluh kapiler dalam darah
-          saluran limfe disebelah dalam permukaan vili usus
Karena vili keluar dari dinding usus maka bersentuhan dengan makanan cair dan lemak yang diabsorpsi kedalam lacteal kemudian benjolan melalui pembuluh limfe masuk kedalam pembuluh kapiler darah di vili dan oleh vena porta dibawah ke hati untuk mengalami beberapa perubahan.

Intestinum mayor / usus besar
      Usus besar mempunyai panjang kurang lebih 1,5 m dan lebar 5 – 6 cm. Lapisan – lapisan usus besar dari dalam keluar yaitu :
1.    Selaput lendir
2.    Lapisan otot melingkar
3.    Lapisan otot memanjang
4.    Jaringan ikat
            Fungsi usus besar adalah :
1.    Menyerap air dari makanan
2.    Tempat tinggal bakteri coli
3.    Tempat faeses
      Seikum dibawah ini terdapat apendiks panjangnya 6 cm. Kolon asendens panjangnya 13 cm, terletak dibawah abdomen sebelah kanan membujur ke atas dari ileum ke bawah hati. Dibawah hati melengkung ke kiri yang disebut fleksura hepatica, dilanjutkan kolon transversum. Apendiks tergantung menyilang pada linea terminalis masuk kedalam rongga pelvis minor terlentak horizontal dibelakang seikum. Kolon transversum panjangnya ± 38 cm membujur dari kolon asendens sampai pada kolon desendens berada dibawah abdomen sebelah kanan terdapat fleksura hepatica dan sebelah kiri terdapat fleksura linealis.
      Kolon desendens panjangnya ± 25 cm dibawah abdomen bagian kiri membujur dari atas kebawah dari fleksura linealis sampai ke depan ileum kir bersambung dengan kolon desendens terletak miring dalam rongga pelvis sebelah kiri bentuknya menyerupai huruf S. ujung bawahnya berhubungan dengan rectum.
Rectum dibawah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus terletak didepan os sacrum dan os koksigis.
Anus bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rectum dengan dunia luar.
       Dindingnya diperkuat oleh 3 sfingter :
a.    Sfingter ani internus sebelah atas yang bekerja tidak menurut kehendak
b.    Sfingter levator ani bekerja tidak menurut kehendak
c.    Sfingter ani ekstenus bekerja menurut kehendak.
( Drs. H. Syaifuddin, B.Ac. Anatomi Fisiologi, Edisi 2, Jakarta EGC. 1997. Hal. 77-80 ).

d. Patofisiologi
      Proses terjadinya diare dipengaruhi oleh dua hal pokok yaitu :
Konsistensi faeses dan motilitas usus, umumnya terjadi akibat pengaruh keduanya. Gangguan proses mekanik dan enzimatik, disertai gangguan mukosa, akan mempengaruhi pertukaran air dan elektrolit sehingga mempengaruhi konsistensi feses yang terbentuk. Peristaltic saluran cerna yang teratur akan mengakibatkan proses cerna secara enzimatik berjalan baik. Sedangkan peningkatan matilitas berakibat tergantungnya proses cerna secara enzimaitk yang akan mempengaruhi pola defekasi.
( Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3 Jilid 1, FKUI Jakarta 2001, Hal. 505 ).

e. Manifestasi klinis
Ø  Frekuensi defekasi meningkat bersamaan dengan meningkatnya kandungan cairan faeses.
Ø  Sakit perut / kram perut, distensi.
Ø  Gemuruh usus ( borborigimus ) mulas
Ø  Anoreksia dan haus
Ø  Sfasmodik yang nyeri dan peregangan yang tidak spesifik
Ø  Lemah, faeses yang berair karakteristik dari penyakit usus halus dan faeses semi padat sering dihubungakan pada penyakit kolon.
Ø  Bila ada mucus dan pus dalam faeses menunjukkan enteritis inflamasi atau colitis.
f. Komplikasi
            Komplikasi diare kronis mencakup :
Ø  Hipotensi
Ø  Anoreksia
Ø  Kehilangan kalium
Ø  Pengeluaran urin kurang dari 30 ml / jam selama 2-3 jam berturut-turut
Ø  Kelemahan otot
Ø  Rasa kantuk
Ø  Penurunan kadar kalium menyebabkan disritmia jantung ( takikardi atrium ventrikel ) yang dapat menimbulkan kematian.

g. Pemeriksaan Diagnostik
Ø  Pemeriksaan faeses rutin.
Ø  USG abdomen + kolon
Ø  Radiologi
Ø  Kolonoskopi

h. Penatalaksanaan
1.    Pengendalian dan pengobatan penyakit dasar
2.    Cairan oral di tingkatkan
3.    Cairan melalui parenteral ( infuse )
4.    Obat-obatan untuk membunuh penyebabnya
-    Tetraciclin
-    Loperamid
-    Papaverin









II.    ASUHAN KEPERAWATAN
a.     Pengkajian
Ø  Aktivitas
      - Lelah, malaise dan lokasi kerja, serta perasaan gelisa.
Ø  Integritas ego
      - Faktor stress, emosi, ketakutan dan faktor budaya.
Ø  Eliminasi
      - Pola makan, episode diare, riwayat gastritis, dan warna faeses.
Ø  Makanan / cairan
      - Nafsu makan, makanan yang berpantangan, kesukaan.
Ø  Higiene
      - Kebersihan perseorangan, lokasi tempat tinggal dan pola berpakaian.
Ø  Kenyamanan
      - Perasaan pada abdomen, nyeri tekan dan lokasi nyeri.

b.   Diagnosa Keperawatan
1.      Resiko terhadap kekurangan volume cairan b/d pembuangan faeses yang sering dan kurangnya asupan cairan d/d muntah dan berak.
2.      Gangguan rasa nyaman dan nyeri b/d hiperperistaltik, diare lama, iritasi kulit atau jaringan d/d nyeri abdomen kolik ( kram / nyeri menyebar ), dan gelisah.
3.      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/b gangguan absorbsi nutrisi d/d penurunan BB, muka pucat, tonus otot buruk.

c.   Perencanaan
Dx. I.
Tujuan :
Menghindari kekurangan cairan
Kriteria Hasil :
-          Membran mukosa lembab
-          Turgor kulit normal
-          Tanda-tanda vital normal
-          Mengalami keseimbangan cairan masuk dan keluar

Intervensi
Rasionalisasi
1. Awasi masukan dan keluaran, karakter dan jumlah frekuensi BAB.


2. Pantau / kaji tanda-tanda vital seperti : TD, HR, RR, Temp


3. Observasi kulit kering berlebihan dan memban dan mukosa, penurunan turgor kulit dan penurunan berat badan

4. Kolaborasi tentang pemberian cairan parenteral sesuai indikasi



5. Dorong pasien untuk penggantian cairan oral dalam bentuk air, jus, kaldu.
1.   Agar cepat memberiakan informasi tentang keseimbangan cairan dan gejala lainnya yang berdampak fatal

2 Hipotensi, takikardia, demam dapat menunjukkan respon terhadap efek kehilangan  cairan

3. Karena menunjukkan kehilangan cairan berlebihan / dehidrasi.



4.  Mempertahankan istirahat usus   akan memerlukan penggantian cairan untuk memperbaiki dengan cepat kehilangan

5. Cairan yang keluar sebagai pengganti.











DX. II.
Tujuan :
Nyeri hilang / terkontrol
Kriteria Hasil :
Intervensi
Rasionalisasi
1.    Dorong pasien untuk melaporkan rasa nyeri

2.    Kaji laporan kram abdomen dan catat lokasi, lamanya, intensitas (0-10 )


3.    Jaga kerbersihan pasien.
1. Mencoba mentoleransi nyeri, dari pada meminta analgesic

2.  Nyeri sebelum defekasi sering terjadi pada keadaan umum dengan tiba-tiba dimana dapat berat dan terus menerus

3.   Dengan membersihkan pasien maka rasa nyaman bisa tercipta sendirinya
            DX III
Tujuan : Agar nutrisi terpenuhi sesuai dengan kebutuhan
Kriteria Hasil :
Menunjukkan peningkatan berat badan sesuai sasaran dan tidak ada tanda-tanda malnutrisi
Intervensi
Rasionalisasi
1.      Batasi makan yang dapat menyebabkan kram abdomen, mulas dan muntah

2.      Dorong pasien untuk tirah baring atau pembatasan aktivitas selama fase sakit

3.    Timbang BB setiap hari
4.    Berikan kebersihan oral
1.    Untuk mencegah serangan akut dan terhadap berbagai gejala

2.    Menurunkan kebutuhan metabolic untuk mencegah penurunan kalori dan simpanan energi
3.    Untuk mengetahui apakah ada peningakatan BB atau mengalami penurunan
4.    Mulut yang bersih dapat meningkatkan rasa makanan

BAB II
TINJAUAN KASUS

I.    PENGKAJIAN
      I.    Identitas  Pasien
            Nama                                        : Tn. M
            Umur                                         : 68 Tahun
            Tempat tanggl lahir                : Tapak Tuan, 13-12-1940
            Jenis kelamin                          : Laki-laki
            Status perkawinan                 : Kawin
            Agama                                      : Islam
            Pendidikan                              : SLTA
            Pekerjaan                                 : Purnawirawan TNI
            Suku                                         : Aceh
            Alamat                                      : Tapak Tuan, Aceh Selatan
            Lama bekerja                           : 23 Tahun
            Tanggal masuk RS                : 16 Januari 2009
            Nomor RM                                : 37 92 55
            Sumber informasi                   : Istri
            Tanggal pengkajian               : 28 Januari 2009
            Diagnosa Medik                      : Diare Kronik

      Identitas Penanggung Jawab      
      Nama                                        : Ny. N
      Pendidikan                              : Tamat SLTA
      Pekerjaan                                 : Ibu Rumah Tangga
      Alamat                                      : Aceh Selatan
      Hubungan dengan pasien   : Istri
     




II.    Riwayat Kesehatan Sekarang
a.    Alasan Masuk RS / Keluhan Utama :
-     Badan lemas
-     Diare
b.    Faktor pencetus                         : Makanan yang kurang bersih dan tidak teratur
c.    Lamanya keluhan                     : 1 Bulan
d.    Timbulnya keluhan                   : Bertahap
e.    Faktor yang memperberat        : Makanan yang mengandung minyak dan pedas
f.     Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya :
-     Minum air hangat
-     Menggosok perut dengan minyak gosok
g.    Diagnosa Medis
-          Diare Kronik tanggal           : 16 Januari 2009
-          Diare kronik tanggal            : 19 Januari 2009
-          Diare kronik tanggal            : 22 Januari 2009
-          Diare kronik ec colitis ulcerosa tanggal : 26 Januari 2009

III.   Riwayat Kesehatan Yang Lalu
      1.   Penyakit yang pernah dialami
            a.   Anak-anak
                  -     Pasien pernah batuk dan flu, demam
                  -     Pasien berobat kepada perawat
            b.   Pasien tidak pernah mengalami kecelakaan
            c.   Pernah dirawat penyakit diare
                  -     Pasien mengatakan ± 1 tahun menderita penyakit diare yang   kadang-kadang hilang dan kadang-kadang timbul  timbul
            d.   Operasi
                  -     Pasien tidak pernah operasi

      2.   Alergi
            -     Pasien tidak alergi terhadap makanan ataupun obat

      3.   Imunisasi
            -     Pasien mengatakan kurang tahu dan tidak ada tanda-tanda bekas imunisasi seperti pada lengan
      4.   Kebiasaan
            -     Merokok dan minum alkohol
      5.   Obat-obatan                 :  Antipiretik
            Lamanya                      :  1 Minggu
            Sendiri                         :  Tidak
            Orang lain resep         :  Ya,diresep dokter

IV.  Riwayat keluarga
      Genogram
                                                                              Pasien

            Kesimpulan :
            Dari genogram di atas tidak ada penyakit  keturunan yang berhubungan dengan penyakit penderita sekarang.

V.   Riwayat lingkungan
            -     Kebersihan      : Pasien mengatakan pekarangan rumah bersih, tidak ada air yang tergenang
            -     Bahaya             : -
            -     Polusi                : Udara kendaraan / bus
VI.  Aspek Psikologi
      1.   Pola pikir dan persepsi
            a.   Alat Bantu yang digunakan
                  -  Alat Bantu penglihatan         : Kaca mata
                  -  Alat Bantu pendengaran      : Tidak ada
                  b.   Kesulitan yang dialami
                        -  Pasien mengalami sering pusing menurunnya sensitifitas terhadap sakit dan kadang-kadang sulit membaca dan menulis
2.    Persepsi Diri
-     Hal yang sangat dipikirkan saat ini :
      Pasien berpikir agar cepat sembuh sehingga cepat pulang
-          Harapan setelah menjalani perawatan :
Pasien berharap agar penyakitnya tidak kambuh lagi
-    Perubahan terasa sedikit               : -
3.    Suasana hati                              : Pasien merasa tentram dan tenang
Rentang perhatian                    : Sabar
4.    Hubungan komunikasi
a.   Berbicara
      -  Pasien bicara dengan jelas, relevan, mampu mengekspresikan dan mampu mengerti orang lain
      -  Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia
b.   Tempat tinggal
      -  Pasien tinggal di rumah sendiri bersama istri dan anak
c.   Kehidupan keluarga
      -  Adat istiadat yang dianut                            : Adat Aceh      
      -  Pembuatan keputusan dalam keluarga : Secara bersama
      -  Pola komunikasi                                          : Baik
      -  Keuangan                                                     : Cukup
d.   Kesulitan dalam keluarga
      -  Pasien tidak mempunyai kesulitan pada hubungan orang tua, hubungan sanak keluarga dan hubungan antara istri dan anak – anak.
            5.   Kebiasaan seksual                       :    Belum dikaji
            6.   Pertahanan koping
      a.   Pengambilan keputusan      : Dalam keadaan mendesak pasien   memutuskan sendiri.
      b.   Yang disukai tentang diri sendiri              : Percaya diri
      c.   Yang ingin dirubah dari kehidupan         : Gaya hidup (life style)
      d.   Yang dilakukan jika stress
               - Pemecahan masalah dan
               - Merokok
          e.  Apa yang dilakukan perawat agar anda nyaman dan aman ?
            Pasien mengatakan agar perawat memperhatikan keadaannya dan juga lingkungan terutama   kunjungan terhadap pasien dan perawat dapat merawatnya dengan baik sesuai profesi keperawatan.
7.    Sistem Kepercayaan
a.    Siapa atau apa sumber kekuatan            : Tuhan
b.   Apakah Tuhan, agama, kepercayaan penting untuk anda        : Ya
c.   Kegiatan agama atau kepercayaan yang ingin dilakukan         : Sholat
          - Subuh
          - Dzuhur
          - Azhan
          - Maghrib
          - Isak          

VII. Pemeriksaan Fisik
a.    Keadaan umum pasien : lemah dan wajah tampak pucat.
Kesadaran                         : Composmentis
b.    Tanda Vital
TD       : 110 / 70 mmHg
HR      : 64 x / i
RR      : 20 x / i
T          : 36, 8 ­­­­­­­­­­0 C
VIII.       Pemeriksaan Head To Toe :
-     Kepala
      Bentuk                                      : Bulat lonjong
      Kulit kepala                              : Bersih, tidak ditemukan kelainan
      Keluhan yang berhubungan        : Pusing dan sakit kepala
            -    Mata
Bentuk                                      : Bulat dan simetris
Ukuran pupil                            : Bersih, dan simetris
Konjungtiva                             : Pucat
Sclera                                        : Tidak ikterus
Fungsi penglihatan                         : Mulai kabur
Rasa sakit                                : Tidak ada
Tanda-tanda radang              : Tidak ditemukan
Kaca mata                                : Kadang-kadang dipakai
-          Hidung / Penciuman
Bentuk dan posisi                   : Normal dan simetris
Fungsi penciuman                 : Baik
Reaksi alergi                            : Tidak ada
Pernah mengalami flu          : Pernah
Frekuensi dalam setahun     : Tidak menentu tergantung pada cuaca
-          Telinga / Pendengaran
Bentuk / Posisi                        : Kiri dan kanan simetris
Fungsi pendengaran             : Agak berkurang
-          Mulut / Gigi
Bentuk bibir                             : Simetris dan tampak kering
Gigi                                            : Kurang bersih dan gigi geraham tanggal 2 kiri dan 2 kanan 


-          Leher
Bentuk                                      : Normal
Kelenjar tiroid                          : Tidak ada pembesaran
-          Thorax dan fungsi pernapasan
Bentuk dada                            : Simetris
Bunyi nafas                             : Vesikuler
Pola nafas                                : Eupnoe (normal)
Irama                                         : Teratur
-          Sirkukasi / Jantung
Capillary Repling                    : Normal (1-2 detik kembali kesemula)
Bunyi Jantung                        : Lup - Dup
-          Abdomen
Turgor kulit abdomen             : Kurang baik agak berkerut
Bentuk                                      : Simetris
Bising usus                              : Lebih dari normal
Nyeri                                          : Nyeri tekan pada epigastrium dan daerah kolon desendens                                              
Suara perkusi                          : Hypersonor (perut kembung)
-          Kulit
Warna                                       : Sawo matang
Turgor                                       : Kurang baik / berkerut
Clubbing Finger                      : Tidak ada
-          Ekstermitas
Atas                            : Tidak terdapat kelainan, terpasang infus RL 20 tts
                                       permenit pada pergelangan tangan kanan.
Bawah                       : Kaki kanan terasa kebas dan persendian ngilu

                  Data Laboratorium
                  a.   Pemeriksaan Hematologi tgl 17-01-2009
                        -  Haemoglobin      :  14,4 gr %       è N :  laki-laki  :  13-16 gr %
                                                                                                Wanita  :  12-14  gr%
                        -  Leucosit               : 5,430 mm3­­      è N :  5000 - 10.000 mm3
                        -  Trombosit            : 523
                        -  KGD                     : 116 mg/dl       è N : 120 mg/dl

                  b.   Pemeriksaan Feses tgl 17-01-2009
                        - Konsistensi         :  Cair dan berlendir
                        -  Parasit                  :  Tidak ada

                  Pengobatan
                  Tanggal 16 Januari 2009
               -  Infus RL 20 tt/i
               -  Tirah baring
               -  Loperamid 250 mg 3 x 1
               -  Sulfasalazin 250 mg 3 x 1
               -  Tetrasiklin 500 mg 3 x 1
                  Tanggal 17 Januari 2009
      -  Infus RL cor
      -  Inj.Gentamicin 1 gr
      -  Tetrasiklin 500 mg 3 x 1
      -  Sulfasazin 250 mg 3 x 1
               -  Loperamid 250 mg 3 x 1
                  Tanggal 19 Januari 2009
   -  Infus RL cor
   -  Tirah baring    
   -  Loperamid 250 mg 3 x 1
   -  Tetrasiklin 500 mg 3 x 1
   -  Imodium 1 x 1
                  Pemeriksaan Diagnostik
                  -  Tanggal 22 Januari 2009
                     USG abdomen         : Pada usus tampak bayangan tukak / bintik luka
                     Tanggal 24 Januari 2009
                  -  Colonskopi   : Terdapat borok pada kolon

                  Pengobatan tanggal 24 Januari 2009
   -  Diet MB II
   -  Tirah baring
   -  Infus RL 30 tts/i
   -  Loferamid 250 mg 3 x 1
   -  Sulfasalozin 250 mg 3 x 1










II.   ANALISA DATA
No.
Data
Etiologi
Masalah
1
Ds :  Px mengatakan perutnya mulas, gembung dan nyeri, frekuensi BAB > 5 x / hari
Do : Mata cekung, px tampak gelisah, turgor kulit jelek, mukosa mulut/bibir kering
         TD : 110/70mmHg, HR: 64 x/i, RR: 20 x/I            T : 36,8oC
Diare sekunder, tukak dan colitis
Gangguan keseimbangan cairan
2
Ds :  Px mengatakan nyeri dibagian abdomen, gembung px merasa mulas dan frekuensi BAB > 5 x/hari
Do :  Px tampak gelisah, konsistensi feses cair
Tukak,colitis,ulkus ulserosa
Gangguan rasa nyaman gembung
3
Ds:   Px mengatakan tidak ada selera makan dan merasa tidak bertenaga
Do :  Diet yang disajikan
hanya habis ½ porsi, penurungan BB (+) 6 kg dalam 1 bulan
Gangguan absorbsi nutrient
Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan
4












Ds :  Px mengatakan tidak tahu penyebab penyakitnya
Do :  Px selalu bertanya tentang penyakitnya kepada perawat dan dokter
Kurang  informasi
Kurangnya
pengetahuan tentang proses penyakitnya


III.  PRIORITAS MASALAH
1.    Gangguan keseimbangan cairan b/d diare sekunder, tukak, colitis d/d pasien mengatakan perutnya mulas, gembung dan nyeri, mata cekung, gelisah, turgor kulit jelek, mukosa mulut / bibir kering.
2.    Gangguan rasa nyaman, gembung b/d tukak,colitis,ulkus ulserosa d/d pasien mengatakan nyeri bagian abdomen, gembung, mual, gelisah, konsistensi feses cair.
3.    Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d gangguan absorpsi nutrien d/d  elera makan tidak ada, tidak bertenaga, diet yang disajikan habis ½ porsi, penurunan BAB (+)
4.    Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya b/d kurang informasi d/d pasien  selalu bertanya tentang penyakitnya kepada perawat dan dokter.









 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
                  Nama Pasien  : Tn. M                                                                                 Dx. Medis   : Diare Kronis                 
                  Umur                 :  68 Tahun                                                                         Ruangan    : Rindu A2 RSUP H. Adam Malik Medan
No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan / Kriteria Hasil
Intervensi
Rasionalisasi
1.
Gangguan keseimbangan cairan b/d Diare sekunder, tukak, colitis d/d pasien mengatakan perutnya mulas, gembung dan nyeri, mata cekung, gelisah, turgor kulit jelek, mukosa mulut / bibir kering, frekuensi BAB > 5 x/hari

Tujuan  : Mempertahankan volume cairan yang adekuat.
Kriteria hasil  :
- mukosa mulut dan bibir lembab,turgor kulit baik dan tanda-tanda vital normal.
-  mata cekung
- BAB kembali normal

-    Observasi turgor kulit   yang berlebihan, kulit kering dan membran mukosa yang berlebihan
-    kaji tanda-tanda vital seperti:TD,HR,RR,dan suhu pasien
-    Awasi pemasukan dan pengeluaran serta warna jlh BAB
-    Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan melalui parentral sesuai indikasi
-    Memberikan informasi tentang keseimbangan cairan fungsi ginjal dan control penyakit usus juga merupakan pedoman pengganti cairan.


-    Hipotensi, takikardia, demam dapat menunjukkan respon terhadap efek kehilangan cairan.
-    Pemasukan dan pengeluaran dapat menunjukan kondisi penyembuhan pasien.

-Mempertahankan istirahat usus yang akan memerlukan penggantian cairan sehingga dapat memperbaiki kehilangan cairan
2.
Gangguan rasa nyaman, gembung b/d hiperperistaltik usus d/d pasien mengatakan nyeri bagian abdomen, gembung, mual, gelisah, konsistensi feses cair,frekuensi BAB > 5 x/hari

Tujuan :
Agar rasa nyaman terpenuhi dan gembung teratasi
Kriteria hasil :
- pasien menunjukan tenang dan istirahat denagn tenang
- Peristaltik dalam keadaan baik
-    Dorong pasien untuk melaporkan rasa nyeri
-    Kaji laporan kram abdomen dan catat lokasinya
-    Ciptakan suasana tenang dan aman pada lingkungan pasien seperti membatasi kunjungan
-    Anjurkan pasien untuk mengatur posisi sendiri sesuai dengan kebutuhan
-      Untuk mengidentifikasikan nyeri


-      Kesakitan sebelum defekasi sering terjadi keadaan umum dengan tiba-tiba dimana dapat berat dan terus-menerus.
-      Dengan lingkungan yang nyaman dan tenang akan membantu pengendalian emosional.



-      Dengan posisi yang baik dapat menciptakan rasa aman


3.
Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d gangguan absorbsi nutrien d/d pasien mengatakan tidak selera makan, tidak bertenaga, diet yang disajikan habis ½ porsi
 Tujuan:
-Agar nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Kriteria Hasil:
-Peningkatan Berat badan sesuai dengan nilai normal
-Tidak dapat tanda mal nutrisi
-    Batasi makanan yang dapat menyebabkan kram abdomen seperti:makanan yang lemak dan pedas
-    Timbang berat badan maksimum satu kali dalam tiga hari
-    Dorong tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase sulit
-    Dorong pasien untuk kebersihan oral
-    Dorong pasien untuk mengatakan masalah tentang makanan/dietnya
-    Untuk mencegah seranagn akut yang dapat menimbulkan gejala.





-    Untuk memberi informasi tentang kebutuhan diet dan keefektifan terapi.


-    Untuk menurunkan kebutuhan metabolic dan menceah penurunan kalori.


-    Mulut yang bersih dapat meningkatkan selera makan.
-    Keragu-raguan untuk makan mungin diakibatkan oleh takut makn yang menyebabkan eksasebrasi gejala.

4.

Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya b/d kesalahan interpretasi informasi d/d pasien mengatakan  tidak tahu penyebab penyakitnya, dan selalu bertanya tentang penyakitnya.

Tujuan:
Agar pasien dapat memahami prose penyakit serta pengobatannya.
Kriteria Hasil :
Pasien dapat berpartisipasi dalam pengobatan dan akan melakukan perubahan pola hidup

-    Kaji ulang proses penyakit dan penyebab factor yang menimbulkan gejala
-    Kaji ulang obat, tujuan, frekuensi, dosis, dan kemungkinan efek samping
-    Tekankan pentingnya personal hygine pada pola hidup sehari-hari
-    Anjurkan untuk menghentikan merokok dan minum alkohol

-      Faktor pencetus/pemberat sehingga pasien waspada terhadap makanan cairan dan factor pola hidup yang dapat mencetuskan gejala.

-      Meningkatkan pemahaman dan dapat meningkatkan kerja sama dalam program.



-      Menurunkan penyebaran bakteri dalam resiko iritasi kulit.


-      Dapat meningkatkan mobilitas usus dan peningkatan gejala serta menurunkan daya tahan tubuh



CATATAN PERKEMBANGAN

No.
Hari / Tgl
Jam
No.Dx
Implementasi
Evaluasi
1
Rabu
28-01-2009
Pagi
08.00





09.00

09.15

09.30








10.00

10.30

10.45

11.00


11.30

11.45


12.30



13. 00

13. 30
1.


















2.








     3.
  









4
-    Memantau keadaan umum
-    Mengukur tanda-tanda vital :
TD: 110 / 70 mmHg
HR: 64 x / i
RR: 20 x / i
T   : 36,80 C
-    Mengawasi pemasukan dan pengeluaran serta warna jumlah BAB
-    Memberi minum melalui oral sebanyak 200 cc
-    Mengobservasi turgor kulit dan keadaan membran mukosa
- Mendorong pasien untuk melaporkan   rasa nyeri
-  Mengkaji intensitas nyeri dan     lokasi nyeri





- Menganjurkan pasien untuk mengatur posisi nyaman
-  Menganjurkan untuk minum air hangat

-  Menggosok perut pasien dengan balsem

- Membatasi pasien untuk makan yang lemak dan pedas

-  Memberikan diet pasien
-  Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan
- Membatasi makanan yang dapat menyebabkan kram abdomen misalnya; makanan yang pedas dan berlemak.
-   Menimbang berat badan maksimum satu kali dalam tiga hari..
- Mendorong pasien untuk tirah baring dan pembatasan aktivitas
- Menganjurkan pasien untuk makan dengan porsi sedikit tapi sering
-  Mengkaji ulang proses penyakit dan penyebab faktor yang menimbukan gejala.
-  Menekankan pentingnya personal hygiene misalnya cara mencuci tangan dengan baik.
-  menganjurkan pasien untuk merubah pola hidup yang merugikan kesehatan misalnya merokok dan minum minuman beralkohol




10. 00 WIB
S :   Klien mengatakan perutnya mulas, gembung, dan nyeri, BAB > 5 x / hari
O :    Klien tampak gelisah, turgor kulit jelek, mata cekung, mukosa mulut / bibir kering
          Skala nyeri 6, jumlah pemasukan makanan ½ porsi dan warna BAB kuning dan cair.
 A :    Masalah belum teratasi
 P :    Intervensi dilanjutkan






11.15 WIB
  S : Pasien mengatakan rasa gembung agak berkurang
            
O   : Skala nyeri 4    
A    : Masalah belum teratasi
P    : Intervensi dilanjutkan


13.30 WIB
S : Pasien mengatakan tidak ada selera makan
O : Diet yang dihabiskan ½ porsi
A  : Masalah belum teratasi
P  : Intervensi dilanjutkan





14.00 WIB
  S : Pasien mengatakan     penyakitnya memburuk bila ia  mengkomsumsi makanan pedas dan lemak
 O   :         Ekspresi wajah pasien tampak tegang, pasien bertanya kapan ia bisa sembuh
A      :      Masalah belum teratasi
P      :      Intervensi dilanjutkan 

Sore,
28-01- 2009
                         
14.00
1
-       Mengobservasi keadaan pasien dan mengukur tanda-tandavital,
     TD :110/70 mmHg,
     HR : 70x/I,
     RR : 20x/I,
       T : 36.80 C.

14. 15
S:  Pasien mengatakan masih lemah
O:Masukan oral:1000cc,haluaran feses:  BAB:6x,BAK:5x
A:Masalah belum teratasi
P:Intervensi dilanjutkan





















































Malam







































Kamis
29-01-2009
Pagi

































Sore








































Malam


































Jumat
30-01-2009
Pagi


















































Sore,
30-01- 2009










































Malam







15.00


16.00


17.00


17.30

17.45

18.00


18.30



19.30

19.45





20.30





21.00



22.00

22.30
23.00





05.00

06.30

06.45
07.00





07. 30

07. 45







08.00
08.30

09.00
09.30
10.00





10.30
11.00

11.30





12. 00


12.30




12.45







14.00
14.30




15.00
15.30

15.45

16.00
16.30

17.00




17.00

17.30

18.00

18.30


18.30

19.00

19.00

20.00






20.00
20.30

21.00
21.30
22.00



22.00

22.30






06.00

06.30
07.00





07.30
08.00







08.00





09.00

09.15

09.30



10.00

10.30


10.45


11.00


11.30

11.45



12.30

13. 00





13. 30












14.00













15.00


16.00





17.00

17.30

17.45



18.00

18.30




19.30

19.45



20.00
20.30




21.00

22.00



22.30

23.00








05.00



06.30

06.45
07.00


07. 30

07. 45







2








3






4











1









2








3










4









1










2








3







4







1








2









3








4












1








2








3








4








1















2










3











4












1













2








3







4












1







2














3









4



-          Menganjurkan pasien untuk membatasi aktivitas.
-          Mengawasi masukan dan haluaran urine.
-          Menganjurkan pasien untuk mengusap bagian abdomen dengan minyak gosok.

-          Memberikan buli-buli panas dibagian yang sakit.

-          Menjelaskan tentang pentingnya gizi untuk proses penyembuhan
-          Menganjurkan pasien untuk makan dalam posisi sediki tapi sering
-          Memberi diet pasien dalam keadaan hangat
-          Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan

-       Mendorong pasien untuk pasien mengekspresikan persepsinya tentang penyakitnya.
-      Mendorong pasien untuk minum obat secara teratur.

-          Memberi informasi tentang proses penyakit dan pengobatannya.
-          Menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan personal hygiene dan makanannya

-          Memantau keaadan umum pasien
-          Mengukur tanda-tanda vital
     TD : 120/80mmHg
     HR : 72/i
     RR : 20x/i
       T   : 36.70c
-          Mengganti cairan infus RL 20 tts / i

-  Menganjurkan pasien untuk istirahat

- Memberikan buli-buli panas dibagian yang sakit
-  Mendorong pasien untuk tirah baring
-  Mengusap-usap bagian yang nyeri
- Merubah posisi semi fowler




- Menjelaskan tentang pentingnya gizi untuk proses penyembuhan
- Memberikan diet pasien dalam keadaan hangat
-  Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan
-  Menimbang BB pasien





- Mengevaluasi pemahaman pasien tentang penyakitnya
-  Mengkaji pola makan pasien sebelum sakit
-  Memberi penjelasan tentang faktor yang dapat mempreberat penyakitnya





-      Memantau keadaan umum pasien
-      Mengukur tanda-tanda vital
   TD:120/80mmHg,HR:76x/I,RR:20x/I,T:370c
-      Mengganti cairan infus RL 20 tts/i
-      Menganjurkan pasien untuk banyak minum
-      Mengobservasi keadaan turgor kulit dan membran mukosa




-      Mengkaji tingkat nyeri
-    Menganjurkan pasien untuk mengatur posisi yang nyaman sesuai kebutuhan
-    Memberikan buli-buli panas disekitar abdomen




-    Menjelaskan tentang pentingnya gizi untuk proses penyembuhan
-    Memberi diet pasien dalam keadaan hangat
-    Mendorong pasien untuk mengatakan masalah terhadap diet yang disajikan
-    Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan


-    Menjelaskan kepada pasien tentang pross penyakit dan hal yang dapat meringankannya
-    Menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihannya
-    Mengevaluasi pengetahuan pasien



-          Mengobservasi kedaan pasien
-          Mengukur tanda-tanda vital
     TD :120 / 80 mmHg
      RR : 20x / i
     HR : 76x /i
      T:36.90c
-          Mengawasi intake masukan dan haluaran
-          Mengkaji frekuensi BAB

-          Menganjurkan pasien untuk mengusap-usap bagian yang sakit
-          Melatih teknik nafas dalam
-          Menganjurkan pasien nuntuk mengatur posisi sesuai kebutuhan
-          Memberikan buli-buli panas pada bagian yang sakit



-  Menjelaskan tentang pentingnya gizi  proses  penyembuhan
-    Menganjurkan pasien untuk menghindari makanan pedas dan berlemak
-    Memberikan diet pasien dalam keadaan hangat
-    Mengevaluasi porsi diet yang dihabbiskan


-    Menjelaskan tentang proses penymbuhan penyakit
-    Menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan personal hygiene
-    Mengajarkan teknik mencuci tangan yang benar
-    Mengevaluasi tingkat pemahaman pasien terhadap penyakitnya





-    Mengobservasi keadaan pasien
-    Mengukur tanda-tanda vital :
  TD :110 / 70 mmHg, HR:76x/I,RR:20x/I,T:370c
-    Mengawasi intake masuksan dan haluaran
-    Mengganti cairan infus RL20tts / i
-    Menganjurkan pasien untuk istiahat    



-    Memberikan posisi yang nyaman untuk pasien
-    Memberikan buli-bulu panas pada bagian yang sakit





-          Menjelaskan tentang pentingnya gizi untuk proses penyembuhan
-          manganjurkan px untuk menghindari makanan yang pedas dan berlemak
-          Memberikan diet px dalam keadaan hangat
-          Mengevaluasi porsi diet yang disajikan
-          Menimbang BB Px


-          Menekankan pentingnya kebersihan personal hygiene
-          Menjelaskan tentang tujuan pengobatan
-          mengevaluasi pemahaman pasien tentang penyakitnya




-  Memantau keadaan umum
-    Mengukur tanda-tanda vital :
TD: 110 / 70 mmHg
HR: 64 x / i
RR: 20 x / i
T   : 36,80 C
-    Mengawasi pemasukan dan pengeluaran serta warna jumlah BAB
-    Memberi minum melalui oral sebanyak 200 cc
-    Mengobservasi turgor kulit dan keadaan membran mukosa
- Mendorong pasien untuk melaporkan   rasa nyeri
-  Mengkaji intensitas nyeri dan     lokasi nyeri


- Menganjurkan pasien untuk mengatur posisi nyaman
-  Menganjurkan untuk minum air hangat
-  Menggosok perut pasien dengan balsem

- Membatasi pasien untuk makan yang lemak dan pedas

-  Memberikan diet pasien
-  Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan

- Membatasi makanan yang dapat menyebabkan kram abdomen misalnya; makanan yang pedas dan berlemak.
-   Menimbang berat badan maksimum satu kali dalam tiga hari.

- Mendorong pasien untuk tirah baring dan pembatasan aktivitas
- Menganjurkan pasien untuk makan dengan porsi sedikit tapi sering


-  Mengkaji ulang proses penyakit dan penyebab faktor yang menimbukan gejala.
-  Menekankan pentingnya personal hygiene misalnya cara mencuci tangan dengan baik.
-  menganjurkan pasien untuk merubah pola hidup yang merugikan kesehatan misalnya merokok dan minum minuman beralkohol






-       Mengobservasi keadaan pasien dan mengukur tanda-tandavital,TD :110/70 mmHg, HR : 70x/I, RR : 20x/I, T : 36.80 C.











-          Menganjurkan pasien untuk membatasi aktivitas.
-          Mengawasi masukan dan haluaran urine.
-          Menganjurkan pasien untuk mengusap bagian abdomen dengan minyak gosok.
-          Memberikan buli-buli panas dibagian yang sakit.


-          Menjelaskan tentang pentingnya gizi untuk proses penyembuhan
-          Menganjurkan pasien untuk makan dalam posisi sediki tapi sering
-          Memberi diet pasien dalam keadaan hangat
-          Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan


-       Mendorong pasien untuk pasien mengekspresikan persepsinya tentang penyakitnya.
-      Mendorong pasien untuk minum obat secara teratur.
-          Memberi informasi tentang proses penyakit dan pengobatannya.
-          Menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan personal hygiene dan makanannya



-     Memantau keaadan umum pasien
-          Mengukur tanda-tanda vital
     TD : 120/80mmHg
     HR : 72/i
     RR : 20x/i
      T   : 36.70c
-          Mengganti cairan infus RL 20 tts / i
-  Menganjurkan pasien untuk istirahat
- Memberikan buli-buli panas dibagian yang sakit
-  Mendorong pasien untuk tirah baring

-  Mengusap-usap bagian yang nyeri

- Merubah posisi semi fowler








- Menjelaskan tentang pentingnya gizi untuk proses penyembuhan
- Memberikan diet pasien dalam keadaan hangat
-  Mengevaluasi porsi diet yang dihabiskan
-  Menimbang BB pasien




- Mengevaluasi pemahaman pasien tentang penyakitnya
-  Mengkaji pola makan pasien sebelum sakit
-  Memberi penjelasan tentang faktor yang dapat mempreberat penyakitnya





17.30 WIB
S:Pasien mengatakan nyeri berkurang
O:Ekspresi wajah pasien tampak tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan


20.00 WIB
S:Pasien mengatakan cemas terhadap penyakitnya
O:Pasien bertanya kemungkinan sembuh dari penyakinya dan pengobatannya
A:Masalah belum teratasi
P:Intervensi dlanjutkan  











22.00 WIB
S:Pasien mengatakan lebih bersemangat
O:Ekspresi wajah pasien tampak tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan



23.00
S:Pasien mengatakan nyeri berkurang
O:Ekspresi wajah pasien tampak tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi  dilanjutkan


07.00 WIB
S:Pasien mengatakan terasa nyaman dan nyeri bagian abdomen berkurang.
O:Pasien tampak nyaman, dapat tidur dengan tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intevensi dilanjutkan



08.00 WIB
S:Pasien mengatakan nafsu makan tidak ada
O:Diet yang disajikan habis ½ porsi, BB 45 kg
A:Masalah belum teratasi
P:Intervensi dilanjutkan



10.00 WIB
S:Pasien mengatakan penyakitnya sudah mulai berkurang
O:Pasien banyak minum (5-6   gelas perhari), selera makan mulai ada.
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan


11.45 WIB
S : Pasien mengatakan minum air 6 gelas perhari
O   : Wajah pasien mulai tampak tidak pucat, turgor kulit sedikit membaik
A    : Masalah sebagian teratasi
P    : Intervensi dilanjutkan

11. 45
S:Pasien mengatakan nyeri berkurang
O:Skala nyeri 4,pasien tampak lebih bersemangat
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan

12.45
S:Pasien mengatakan diet yang disajikan tidak enak
O:Porsi yang disajikan habis ¾ porsi
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan

15.45 WIB
S:Pasien mengatakan mengerti tentang penyakitnya
O:Ekspresi wajah tampak tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensidilanjutkan



17.00 WIB
S:Pasien mengatakan keadaannya sudah mulai membaik
O:Frekwensi BAB 3x konsistensi feses:lembek
A:Masalah sebagian teratasi
P:R/T dilanjutkan


18.30 WIB
S:Pasien mengatakan nyeri berkurang
O:Ekspresi wajah pasen tampak tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan


20.00 WIB
S:Pasien mengatakan akan menghabiskan makanan yang telah disajikan
O:Porsi diet yang disajikan hanya habis ¾ porsi
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan





22.00 WIB
S:Pasien mengatakan paham akan penjelasan penyakit
O:Pasien dapat mempraktekkan teknik mencuci tangan yang benar
A:Masaalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan

22.45 WIB
S:Pasien mengatakan merasa lebih sehat
O:Masukan px per oral: 800 cc, parenteral : 750 cc, urine :   1000 cc, BAB : 3x
A: Masalah sebagian teratasi
P: Intervensidilanjutkan

07. 15 WIB
S:Px mangatakan nyeri berkurang
O:Ekspresikan wajah px tampak tenang
    Px dapat tidur
A: Masalah sebagian teratasi
P: Intervensi dilanjutkan

  08.00 WIB
S: Px mengatakan nafsu makan bertambah
O: porsi diet yang disajikan habis ¾ porsi
A: masalah sebagaian teratasi
P: Intervensi dilanjutkan


10.30 wib
S: px mengatakan paham tujuan pengobatan
O: ekspresi wajah px tampak tenang
A: masalah sebagian teratasi
P: Intervensi dilanjutkan




11. 30 WIB
S :   Klien mengatakan perutnya mulas, gembung, dan nyeri, BAB > 5 x / hari
O :    Klien tampak gelisah, turgor kulit jelek, mata cekung, mukosa mulut / bibir kering
          Skala nyeri 6, jumlah pemasukan makanan ½ porsi dan warna BAB kuning dan cair.
 A :    Masalah belum teratasi
 P :    Intervensi dilanjutkan



13.30 WIB
  S : Pasien mengatakan rasa gembung agak berkurang         
O   : Skala nyeri 4    
A    : Masalah belum teratasi

P    : Intervensi dilanjutkan





13.45 WIB
S : Pasien mengatakan tidak ada selera makan
O : Diet yang dihabiskan ½ porsi
A  : Masalah belum teratasi
P  : Intervensi dilanjutkan







14.00 WIB
  S : Pasien mengatakan     penyakitnya memburuk bila ia  mengkomsumsi makanan pedas dan lemak
 O   :         Ekspresi wajah pasien tampak tegang, pasien bertanya kapan ia bisa sembuh
A      :      Masalah belum teratasi
P      :      Intervensi dilanjutkan 

17. 00 Wib
S:  Pasien mengatakan masih lemah
O:Masukan oral:1000cc,haluaran feses:  BAB:6x,BAK:5x
A:Masalah belum teratasi
P:Intervensi dilanjutkan


17.30 WIB
S:Pasien mengatakan nyeri berkurang
O:Ekspresi wajah pasien tampak tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intervensi dilanjutkan

20.00 WIB
S:Pasien mengatakan cemas terhadap penyakitnya

O:Pasien bertanya kemungkinan sembuh dari penyakinya dan pengobatannya

A:Masalah belum teratasi

P:Intervensi dlanjutkan  


22.00 WIB
S:Pasien mengatakan lebih bersemangat

O:Ekspresi wajah pasien tampak tenang

A:Masalah sebagian teratasi

P:Intervensi dilanjutkan

23.00
S:Pasien mengatakan nyeri berkurang

O:Ekspresi wajah pasien tampak tenang

A:Masalah sebagian teratasi

P:Intervensi  dilanjutkan


07.15 WIB
S:Pasien mengatakan terasa nyaman dan nyeri bagian abdomen berkurang.
O:Pasien tampak nyaman, dapat tidur dengan tenang
A:Masalah sebagian teratasi
P:Intevensi dilanjutkan


08.00 WIB
S:Pasien mengatakan nafsu makan tidak ada

O:Diet yang disajikan habis ½ porsi, BB 45 kg
A:Masalah belum teratasi
P:Intervensi dilanjutkan

BAB III
PEMBAHASAN
               Dalam bab ini penulis akan membahas kesenjangan – kesenjangan yang dijumpai antara tinjauan teoritis dengan tinjauan kasus pada pasien atas nama Tn. M dengan gangguan sistem pencernaan yakni Diare Kronis di RSUP H. Adam Malik Medan yang proses perawatannya dilakukan selama empat hari yaitu mulai dari tanggal 27 s / d 30 Januari 2009. Dalam bab ini penulis akan menguraikan setiap tahapan proses keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, pelaksanaan, dan evaluasi.


I.  Pengkajian
Þ            Pada tahap pengkajian tidak ditemukan adanya kesulitan karena pasien mau diajak berkomunikasi dan bersedia memberikan informasi tentang penyakitnya dengan pendekatan yang penulis lakukan terhadap pasien dan keluarga sehingga tercipta suatu kerjasama yang baik.
Þ            Pada data subjektif dan data objektif teoritis ada terdapat nyeri abdomen
dan perut mulas.
Þ            Pada kasus ditemukan adanya nyeri pada abdomen yang disebabkan oleh diare.
Þ            Pada kasus ditemukan adanya gangguan perubahan nutrisi, gangguan keseimbangan cairan, gangguan rasa nyaman, dan kurangnya pengetahuan.

II. Diagnosa Keperawatan
      Diagnosa yang didapat pada teori ada 3 yaitu :
1.    Resiko terhadap kekurangan volume cairan b/d pembuangan faeses yang sering dan kurangnya asupan cairan d/d muntah dan berak.
2.    Gangguan rasa nyaman dan nyeri b/d hiperperistaltik, diare lama, iritasi kulit atau jaringan d/d nyeri abdomen kolik ( kram / nyeri menyebar ), dan gelisah.
3.    Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/b gangguan absorbsi nutrisi d/d penurunan BB, muka pucat, tonus otot buruk.

III. Perencanaan
            Pada tahap perencanaan penulis merencanakan tindakan – tindakan keperawatan sesuai dengan yang tertuang pada tinjauan teoritis tetapi disesuaikan dengan tinjauan kasus dilapangan.

IV. Pelaksanaan
      Pada tahap pelaksanaan penulis malakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah disusun secara umum, dan dibuat seobtimal mungkin sesuai dengan keadaan umum pasien sehingga keluhan pasien dapat ditanggulangi secara  dini. Hal ini mendukung pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap pasien dan tidak terlepas dari perawat ruangan serta tim kesehatan lainnya dan juga kolaborasi dengan dokter.

Diagnosa yang didapat pada kasus ada 5 yaitu :
1.    Gangguan keseimbangan cairan b/d diare sekunder, tukak, colitis d/d pasien mengatakan perutnya mulas, gembung dan nyeri, mata cekung, gelisah, turgor kulit jelek, mukosa mulut / bibir kering.
2.    Gangguan rasa nyaman, gembung b/d hiperperistaltik usus d/d pasien mengatakan nyeri bagian abdomen, gembung, mual, gelisah, konsistensi feses cair.
3.    Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d gangguan absorpsi nutrien d/d  elera makan tidak ada, tidak bertenaga, diet yang disajikan habis ½ porsi, penurunan BAB (+).
4.    Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya b/d kurang informasi d/d pasien  selalu bertanya tentang penyakitnya kepada perawat dan dokter.

      Dari diagnosa tersebut ditemukan 3 diagnosa keperawatan yang sama dengan tinjauan teoritis tetapi penyebabnya berbeda, yaitu :
1.    Gangguan keseimbangan cairan
2.    Gangguan rasa nyaman
3.    Gangguan pemenuhan nutrisi

Dan ada satu diagnosa yang ditemukan pada tinjauan kasus tetapi tidak ditemukan pada tinjauan teoritis yaitu kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit b/d kurang informasi d/d pasien  selalu bertanya tentang penyakitnya kepada perawat dan dokter.

e. Evaluasi
      Pada tahap evaluasi hasil yang didapat pada tinjauan kasus tidak sama dengan yang didapat pada tinjauan teoritis













BAB IV
 KESIMPULAN DAN SARAN

            Berdasarkan hasil pengamatan asuhan keperawatan pada pasien diare pada bab ini, panulis akan membuat kesimpulan dan penyampaian saran-saran yang berkaitan dengan kasus ini.

A. Kesimpulan
1. Diare adalah suatu keadaan bertambahnya kekerapan dan keenceran buang air besar.
Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal lebih dari tiga kali sehari,serta perubahan dalam isi lebih dari 200 gr / hari dan konsistensinya cair.
Diare kronik adalah suatu diare yang berlangsung lebih dari tiga minggu,ini berlaku pada orang dewasa dan pada bayi dan anak di tetapkan batas waktu dua minggu.

Diare kronik di bagi atas tiga bagian yaitu :
1.    Diare osmotik
Adanya faktor malabsorpsi akibat adanya gangguan absorpsi karbohindrat,lemak atau protein dan tersering adalah malabsorpsi lemak sehinngga feses berbentuk steatore.
2.    Diare sekretorik
Adanya gangguan transport akibat adanya perbedaan osmotic intralumen dengan mukosa yang besar sehinnga terjadi penarikan cairan dan elektrolit kedalam lumen usus dalam jumlah besar.
3.    Diare inflamasi
Adanya kerusakan dan kematian enterosit disertai peradangan.
Diare inflamasi ini terbagi dua yaitu :
    1. Inflamasi non spesifik
Seperti : colitis ulseratif dan penyakit crohn.
    1. Inflamasi spesifik
Seperti : diare dengan perdarahan.
  1. Pada tahap pengkajian terhadam Tn. M di temukan masalah yaitu gangguan keseimbangan cairan,gangguan ras nyaman,gangguan pemenuhan nutrisi,kurangnya pengetahuan.
  2. Pada tinjauan teoritis terdapat 3 diagnosa keperawatan sedangkan pada tinjauan kasus di temukan 4 diagnosa keperawatan.
  3. Dalam tahap pelaksanaan tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu mengatasi nyeri,membantu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi,mendorong pasien untuk banyak minum maksimal delapan gelas perhari,dan menjelaskan pada pasien tentang penyakitnya.

B.  Saran - saran
            Dari kesimpulan yang telah dirumuskan diatas maka penulis akan memberikan beberapa saran – saran sebagai berikut :
1.   Menyampaikan kepada pasien agar mau patuh dan mau menjalin   kerjasama yang baik dengan perawat dan dokter untuk melaksanakan terapi / pengobatan yang akan diberikan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien.
2.   Menganjurkan pasien maupun keluarga pasien tentang cara mengubah posisi yang dapat memberikan rasa nyaman pada pasien.
3.   Menganjurkan pasien dan keluarga pasien agar memberikan makanan / nutrisi yang cukup dan bergizi dan makan secara teratur serta menghindari makanan yang berlemak dan pedas.
4.   Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang penyakitnya.





DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth, Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8, vol. 2, EGC, Jakarta, 2002

Soeparman dan Sarwono Waspandji, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 2, FKUI, Jakarta, 1998

Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Jilid 1, FKUI, Jakarta, 2001

Drs. H. Syaifuddin, B. Ac, Anatomi Fisiologi, edisi 2, EGC, Jakarta, 1997

Marilynn E. Doenges, Rencana Asuhan Keperawatan, edisi 3, EGC, Jakarta, 1999










Tidak ada komentar: